Thursday, 28 August 2008

perjuangan.....dan dedikasi (alagh..)

sabar itu harus diuji setiap saat. bisa saja hari ini kita menyebut diri sendiri sebagai orang sabar, tapi belum tentu nanti.
seperti mingu-minggu ini. maksud hati ingin mempermudah suatu proses, tapi pada kenyataannya malah dipersulit.
datang dengan persepsi baik terhadap sebuah percetakan lokal di kota ini. yah, karena beberapa orang yang pernah nyetak disana bilang, klo cetaknya cepat dan langsung dilayout.
ternyata, kenyataan tak selalu seindah angan.
setelah tiga hari berturut-turut terombang-ambing akhirnya, selesai juga.
dan hasilnya???
kertas tak sesuai dengan perjanjian. mana mau kita terima. aduuuhh lelah rasanya.
tapi pada akhirnya, diganti juga. lumayan lah.
dedikasi,,dedikasi,,

Thursday, 14 August 2008

DatAnG LaGI...,


hal yang tlah tersimpan rapi disudut hati
kini datang..perlahan..
kembali terbuka,
disaat ku kira semua akan membaik
harus sekarang kah?
ingin ku mundur selangkah,
dan meloncat sejurang..
bisakah??
tak mungkin??
tak tahu!!
tak bisa??
entahlah!!
HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...
tiga atau empat tahun lagi...
cepatlah..
aku cukup lelah
lelah dalam semua resah

kembali datang...
hal yang tlah ku coba simpan
sayang..
ku hanya diam, dalam gamang yang remang
jika semua selesai di tiga atau empat tahun.
ijinkan aku..
tuk memilih lagi...
hal yang tlah ku coba simpan

memilih...
hal yang tak akan sama,
mungkin berbeda
jauh tak sama, dengan keadaan ini

maaf...
karena pilihan ku...
karena semua...

lebih karena ku ingin tahu,
apa itu bahagia dan aku??

Tuesday, 12 August 2008

tak mungkin tidak

aku tahu, sayangku tak sebesar mu.
kenapa??
karena kau telah rela memberi setengah dari dirimu untuk ku.
sedangkan ku??
belum..
aku tak mampu membalas semua, yang ku tahu kau tak kan harapkan balas dari ku.
Cinta mu Terlalu BESAR..hingga tak bisa ku saingi.
terlalu BESAR.
Panggilan sayang masih akan ku dengar walaupun aku telah melakukan yang tak disuka oleh mu.

dan saat ku tahu tak mungkin bisa, bukan berarti, tidak ada cinta untuk mu.
akan ada cinta untuk seorang perempuan yang ku panggil mama, aka selalu ada sesal disaat aku tak mampu penuhi ingin mu, dan akan selalu ada air mata saat kusadari aku telah melukai mu.
Akan selalu ada..

Kunyanyikan semua lagu Untukmu Ibu sebagai wujud terimakasihKu kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang Membesarkanku Berikan yang terbaik untukku

Ijinkanlah tanganmu kucium Dan kubersujud dipangkuanmu Temukan kedamaian Dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin Serta percaya ada kekuatan doa yang engkau titipkan Lewat Tuhan membuat Semangat Bila diri ini rapuh Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus Kau cahaya dihidupku Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

Ada surga di telapak kakimu Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu Terbuka pintu ke surga



maaf..karena ku


maaf jika ku membisu
aku hanya khawatir, ucapku akan menyakiti semua.
maaf jika ku tak acuh
aku hanya khawatir,tindakanku akan menyakiti semua.
tapi ku janji
akan berkata dan melakukan sesuatu, jika ku yakin hal itu akan membuat semua membaik
maaf jika diam dan tak acuh ku menyakiti semua
semua..
lebih karena aku tak ingin menyakiti siapapun,
termasuk diriku sendiri

Tuesday, 5 August 2008

BEDAH DUNIA DENGAN TULISAN

“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya”. Begitulah bunyi petikan sebuah tulisan karya Pramoedya Ananta Toer. Begitu dahsyatnya arti sebuah tulisan sehingga melahirkan sebuah perumpamaan yang luar biasa.

Tidak akan jauh berbeda bila kondisinya seorang dokter menjadi seorang penulis, disamping tugas utamanya sebagai tenaga kesehatan. Bahkan seorang dokter dituntut untuk bisa menulis karena ilmu itu tidak selalu dapat disampaikan lewat lisan adakalanya ilmu itu di sampaikan lewat tulisan. Tulisan adalah wadah yang akan mengantarkan banyak orang pada pemahaman yang lebih baik mengenai suatu hal. Tulisan adalah curahan pemikiran dan ide-ide inovatif. Sebuah tulisan mampu menstimulasi penikmatnya untuk melakukan suatu hal, bertindak, dan berpikir kritis mengenai tulisan itu sendiri. Begitulah pengaruh sebuah tulisan terhadap individu seseorang.

Disinilah letak peranan tulisan dalam dunia kedokteran, dalam hal ini mencakup dunia kesehatan. Terkadang seorang pakar kesehatan tidak mampu menjelaskan ilmunya secara mendetail dan dalam penjelasan yang mudah dimengerti. Tulisan berfungsi sebagai media yang mengantarkan penikmatnya kepada hal-hal yang mudah dimengerti karena dengan tulisan kita bisa menyatukan ide-ide, pemikiran, dan hasil penelitian lainnya kedalam sebuah sajian yang mampu membuka pemikiran orang yang menikmatinya.

Ketika kita menulis dan mengukirkan hal-hal yang bermanfaat dalam tulisan kita, berarti kita telah membantu orang lain untuk bisa memahami suatu hal yang baru. Tulisan ibarat sebuah pisau, yang dengannya kita bisa membedah isi dunia. Semakin tajam pisau yang kita gunakan, semakin dalam kita bisa membedah dan mengeksploitasi isi dari dunia ini sendiri. Tulisan membantu banyak orang lain untuk merasakan dan menikmati hal-hal yang baru dalam hidupnya. Dari sebuah tulisan, orang yang tidak tahu menjadi tahu, orang yang tidak mengerti menjadi paham, dan orang yang tidak berilmu menjadi orang yang cerdas dan berwawasan.

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”. "Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya”. Itulah dua statements yang masih kutipan dari untaian kata-kata manis yang di ukir Pramoedya Ananta Toer. Statements di atas memang benar dan acap kali terbukti dalam keseharian kita. Tulisan adalah pengantar manusia mengenal sebuah sejarah dan tentu saja penulisnya lebih mengenal sejarah yang disampaikannya tersebut. Kita sebagai seorang tenaga kesehatan, sehebat apapun ilmu kita, secanggih apapun pengobatan yang kita temukan, tiadalah berguna jika kita tidak pandai menulis. Bagaimana bisa rekan sejawat kita di luar negeri sana bisa menikmati ilmu kita sedangkan kita sendiri tidak pandai menyalurkan ilmu tersebut kedalam bentuk sebuah tulisan.

Menulis buakanlah suatu hal yang sulit. Hanya dibutuhkan keyakinan dan kesungguhan untuk memulainya. Dunia ini luas. Batapa malangnya diri kita ketika orang lain bisa mengeksploitasi isi dunia ini untuk dinikmati orang lain sedangkan kita sendiri tidak bisa mencipatakan hal yang bisa dinikmati oleh orang lain pula. Membedah dunia dengan tulisan akan mampu mengantarkan dunia kedokteran ini menuju pembaharuan, dan penyehatan yang menyeluruh terhadap masyarakat yang membutuhkan.

By: ketua panitia munas mukernas 2009

Pentingnya sebuah perhatian…

Seorang teman pernah berkata “perhatikan lah apa yang dibicarakannya,bukan siapa yang berbicara”. Pernyataan diatas mengingatkan saya akan kekurang pedulian seseorang terhadap suatu pengumuman, yang pada akhirnya berdampak buruk baginya.

Kisah:

Perubahan jadwal kuliah di minggu-minggu ini sering terjadi secara mendadak, hal ini membuat system jarkom kelompok harus difungsikan sebaik-baiknya. Pemberitahuan I via sms tentang perubahan jadwal kuliah pada tanggal 31 juli sampai tanggal 4 agustus telah berjalan dengan lumayan baik walaupun tiga anggota yang menempati posisi jarkom terakhir tidak mendapatkan pemberitahuan tersebut karena suatu hal. Pemberitahuan tersebut ternyata langsung beubah 30 menit sebelum perkuliahan dimulai karena koordinasi yang kurang baik antar ketua angkatan dengan bagian akademik. Hal ini mengakibatkan kami harus kuliah 4 JAM NONSTOP!!! Daamm…bagi sebagian mahasiswa, terutama konvensional, hal ini bukan masalah besar. Tapi bagi mahasiswa PBL yang nota bene kuliah 2-3 jam sehari dengan diselingi istirahat diantara dua kuliah, merupakan sedikit penyiksaan. (hehe..)


Di hari penuh dilema itu juga, saat keputusan untuk mengundur perkuliahan hingga semua mahasiswa dapat hadir, ketua angkatan kembali mengumumkan perubahan jadwal perkuliahan untuk tanggal 4-13 agustus. Halloooo!!! Semua dengar kan klo ada pengumuman?? Jangan Cuma didengar tapi dicatat ( terimakasih untuk papa yang selalu berkata, jika ada hal yang penting untuk diingat: “catat di buku, kalo ga kamu pasti lupa”).

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, saat perubahan jadwal mulai diterapkan. Kembali datang sebuah jarkom berisi “ kuliah besok jam 7 dipindahkan keruangan di belakang”. Walaupun sms tersebut amat sangat salah ( saya baru sadar kalo ada kata “besok”,berarti bukan ahri ini kan?) Secara pribadi sms tersebut hanya berfungsi untuk memberitahu kepindahan lokasi kuliah. Karena jadwal kan sudah beredar sejak sebelum peristiwa “kuliah 4 jam nonstop”. Tapi entah mengapa salah satu teman, yang merupakan orang berikutnya dijarkom setelah saya, baru menyadari bahwa hari itu kuliah jam 7, disaat jarkom itu sampai diHpnya jam 7. Konfirmasi demi konfirmasi terjadi diantara kami, mulai dari siapa yang telat ngirim sms, kenapa telat dll, dia pertanyakan. Dan pada akhirnya saya mengingatkan dia kalo pengumuman perubahan jam kuliah sudah lama terjadi! Kemana saja dia sewaktu pengumuman saat itu?? Bukannya sebelumnya sudah dijarkom kan juga perubahan jadwal tersebut pada pemberitahuan I??


Yah, walau pada awalnya dia sewot dan marah serta menganggap peringatan yang telat diterimanya merupakan hal yang penting, toh akhirnya dia sadar juga,bahwa dia yang keliru.. syukurlah.

Makanya,PERHATIKAN LAH APA YANG DIBICARAKANNYA ,BUKAN SIAPA YANG BERBICARA!! Dan JANGAN LUPA, CATAT!!!

Sunday, 3 August 2008

makna sebuah aturan

Kalo ada yang menyaksikan acara terbesar yang diselenggarakan diseluruh stasiun televisi dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional, tak dipungkiri bahwa dengan aturan lah harmonisasi tarian, musik,dan parade lainnya dapat terwujud.

Hal ini saya sadari sejak dimulainya acara tersebut, pasukan terjun payung yang mengikuti aturan agar dapat tepat mendarat pada point landingnya, 600 penari saman yang mengikuti aturan dapat memasuki arena dengan apik, menari dengan gerakkan yang serentak. Pada intinya acara ini yang melibatkan berbagai pihak dengan jumlah yang sangat besar dapat berjalan dengan baik karena satu hal: aturan. Seluruh pihak yang ikut serta mengerti tentang aturannya, mereka bekerja dengan kemahiran yang mereka miliki, penyanyi menyayi, penari menari, dan pemain musik melantunkan nadanada pengiring penyanyi dan penari tadi semua dilakukakn berdasarkan aturan!!. Semua terlihat harmonis, indah dan spektakuler. Kagum saya melihat semua penampilan pada acara itu. Apa saya yang norak, atau karena rasa rindu akan persatuan yang benar-benar satu diantara seluruh rakyat yang menyatakan dirinya sebagai rakyat bangsa Indonesia. Tak ada lagi daerah yang ingin pecah dari Indonesia. Serentak kita berjalan demi kesejahteraan bangsa. Tak ada lagi induvidu yang induvidualisme,atau semau gue.

Walau hanya menonton dari televisi tapi ada suatu rasa yang membuat saya harus berulang kali memeluk lengan, bukan karena dingin, lebih karena takjub. Saya membayangkan harmonisasi itu ada dalam keseharian, ada dalam setiap desah nafas Indonesia. BAYANGKAN!!! Akan jadi apa Bangsa ini jika keharmonisan tadi benar-benar terwujud?? NEGARA YANG TIDAK HANYA MEMILIKI DAERAH YANG BESAR,BUKAN HANYA BERPENDUDUK DENGAN JUMLAH BESAR,TAPI BESAR DALAM HAL SEGALA HAL (KESEJAHTERAAN) !! Niat tulus para pejuang kebangkitan, pemuda bangsa, para dokter yang telah mencetuskan hari kebangkitan ini dapat terwujud.

Saya jadi teringat akan euforia yang saya rasakan saat menyaksikan para srikandi berjuang untuk uber. Penonton di istora secara magics menyalurkan euforia nya keseluruh rumah yang sedang menyaksikan perjuangan srikandi Indonesia. Semangat, pantang menyerah serta tak gentar mereka melawan cina. Dan hal yang MENAKJUBKAN kita mendukung mereka untuk bangsa. Saya kembali memimpikan kita sedang bahu menbahu,saling memberi semangat dalam mencapai prestasi. Bukan untuk pribadi tapi untuk bersama. Jika belajar merupakan proses pemahaman tidak semata mencari sang juara akan kah kita saling membantu agar ilmu yang kita miliki dapat dimiliki yang lain?? Bayangkan!!! Diluar kelebihan yang diberi Allah kepada masing-masing induvidu, PENCERDASAN MASSAL!! Akan jadi apa bangsa ini jika semua manusia cerdas dengan kepedulain yang tinggi bersatu, berjalan beriringan, demi satu tujuan??!!

Tulisan ini hanya penggugah untuk “pembunuh”egois!!!

awal...


Berawal dari sebuah pertemuan tiga hari di kota kembang. Beda kota tapi kami memiliki profesi yang sama: calon dokter yang bergelut dalam dunia jurnalistik...
Dari universitas yang berbeda kami berkumpul dalam sebuah wadah bernama Badan Pers Nasional-Ikatan Mahasiswa Kedokteran Indonesia.
Menyatukan satu cita:
Berusaha mewujudkan dokter yang komunikatif, melalui tulisan menyentuh setiap elemen masyarakat. Edukasi kesehatan melalui tulisan.

apa kabar spektrum??
ku tunggu dirimu di sekre BROCA..^_^