Wednesday, 26 November 2008

nyaris....

peraturan cewek mesti pake rok ternyata terjadi.
malah udah ada "sidaknya" (ngeriii..)
dan hal ini terjadi tadi pagi, jadi ya, tadi pagi kan kuliah jam 8. waktu lagi jalan dari gerbang ke ruang kuliah.
Ditengah jalan, terdengar suara2 yang lagi ngasih petuah (dari jarak jauh udah kedengaran loo), sewaktu mendekat. eehh..ternyata..ada ibu yang buat peraturan (red-males pake nama samaran).
ibunya lagi ngasih peringatan ke beberapa anak cewek yang "ketangkap" lagi make celana panjang, (dan ada yang pake jeans).
syukurnyaa...saya selamat dari sidak.kenapa?? karena saya kaburr..(hehehe)..
ngambil langkah mundur...jadi mesti nuggu si ibuk pergi jauh-jauh dulu, baru jalan lagii..(wehehehe).

Friday, 21 November 2008

NYERI

Empat proses hingga menimbulkan pengalaman nyeri :
1. transduksi: perangsangan yang menimbulkan aktivitas listrik di reseptor nyeri
2. transmisi: penyaluran impuls nyeri dari tempat transduksi -->saraf perifer-->terminal di medula spinalis-->neuron-neuron pemancar-->otak
3. modulasi: melibatkan aktivitas saraf melalui jalur saraf desendens dari otak yang dapat mempengaruhi transmisi nyeri setinggi medula spinalis
4. persepsi: pengalaman subjektif nyeri


Mekanisme pengaktifan dan sensitisasi nosiseptor di daerah cedera:
1. dengan tekanan intensif-->kerusakan sel-->kalium dibebaskan-->sintesitisasi prostaglandin dan bradikinin. Prosraglandin menguatkan kerja bradikinin.
2. pengaktivan sekunder : impuls yang dihasilkan reseptor nyeri --> medula spinalis dan tempat terminal lain --> pelepasan substansi P dan peptida lain--> vasodilatasi dan edema neurogenik-->pelepasan bradikinin.


Jaras Nyeri
Reseptor nyeri berupa ujung-ujung saraf bebas/nosiseptor (terdapat di : permukaan kulit,jaringan dalam seperti periosteum,dinding arteri,permukaan sendi,falks, dan tentorium tempurung kepala) -->melalui serat saraf C dan A-δ --> columna/cornu posterior medula spinalis (terdiri dari lamina-lamina)--> commisura anterior disisi berlawanan--> Trac.spinotalamicus anterolateralis -->......Terdapat dua jalur spinotalamikus: neospinotalamikus (menghantarkan nyeri cepat dari A-δ)-->ventroposterolateralis talamus-->korteks somatosensorik gyrus pasca sentralis DAN paleospinotalamikus/jalur multisinaps ( menghantarkan nyeri lambat dari C)--> formasio retikularis batang otak --> nukleus paravasikularis dan nukleus intralaminar di talamus -->hipotalamus,sistim limbik,dan korteks otak depan.


Ada tiga stimulus nyeri :
1. mekanis
2. suhu (>45’C)
3. kimiawi : bradikinin,serotonin,histamin,ion kalium,asam, asetilkolin,enzim proteolitik. (prostaglandin dan substansia P dapat meningkatkan sensitivitas ujung serabut nyeri tapi tidak secara langsung merangsang )

Transmisi neurotransmitter


Terminology:
1. hyperpolarisasi : peningkatan dalam jumlah muatan listrik yang dipisahkan oleh membrane sel demikian juga dengan kekuatan potensial transmembranosa; merupakan perpindahan muatan negatif pada potensial istirahat sel.
jika rangsangan menimbulkan perubahan listrik yang dapat meningkatkan permeabilitas ion kalium, terjadi hyperpolarisasi (penghambatan) sehingga impuls saraf tidak bias diteruskan.

2. depolarisasi : keadaan terangsang, jika rangsangan menimbulkan perubahan listrik yang dapat meningkatkan permeabilitas ion natrium

3. potensial aksi

4. impuls : daya pendorong yang datang tiba-tiba

5. neurotransmitter : zat kimia yang disintesis dalam neuron, disimpan dalam gelembung
sinaptik pada ujung akson.
(hal 92, fisiologi Ganong, jenis-jenis neurotransmitter)

Stimulus--> terjadi depolarisasi--> jika membrane mengalami depolarisasi sampai ambang eksitasi--> perubahan permeabilitas membrane dengan fluktuasi natrium secara mendadak--> potensial aksi yang disalurkan melalui akson, jika potensial aksi mencapai terminal akson--> pelepasan neurotransmitter oleh gelembung sipnatik--> neurotransmitter melewati prasinap dan melekat pada reseptor spesifik di pascasinap--> dapat atau tidak menimbulkan potensial aksi pada membrane pascasinap ditentukan oleh keseimbangan antara impuls eksitasi dan inhibisi yang diterima.

Neurotransmitter yang tetap berada dalam celah sinaptik kemudian di buang dari taut dengan 3 mekanisme utama : (1) melalui difusi atau kerja sel glia, (2) degradasi enzimatik (deaktivasi) sehingga struktur neurotransmitter tidak lagi dikenali oleh reseptor, (3) reuptake.

Jika ketiga mekanisme ini dicegah --> memperpanjang waktu neurotransmitter berada di celah sinaptik --> memperpanjang masa kerjanya dalam pascasinap.

Tuesday, 18 November 2008

peraturan baru untuk semua

ada gosip yang berkembang, klo mulai minggu depan SK peraturan yang mengharuskan mahasiswi memakai rok ke kampus akan dikeluarkan!!!

BENARKAH!!! mari kita lihat realisasinya.

sebenarnya, bukan masalah besar. tapii...ya sudahlah. namanya juga peraturan.

berarti akan ada transisi antara celana gunung ku dan rok.
i still love u, my mountain pants.

-->

Saturday, 15 November 2008

farmakologi


Farmakokinetik adalah proses yang dialami obat didalam tubuh mulai dari absorbsi, distribusi,metabolisme (biotransformasi), dan ekskresi. Metabolisme (biotransformasi), dan ekskresi merupaka proses eliminasi obat.

Absorbsi adalah proses masuknya obat (sebagian besar) secara difus pasif dari tempat pemberian ke dalam darah.

Pemberian oral, mengalami absorbsi terbanyak di dalam usus karena permukaannya yang luas. Sel epitel usus berupa lipid bilayer sehingga molekul obat harus memiliki kelarutan lemak (setelah larut dalam air) untuk menembus lapisan tersebut. Menurut hukum fick, “hanya bentuk non-ion yang memiliki kelarutan lemak yang dapat berdifusi”.

Obat banyak berupa elektrolit lemah, dimana saat berada pada permukaan membrane sel ,obat berada dalam larutan air yang mengakibatkan terjadinya ionisasi. Kemudian obat melintasi membrane lipid bilayer. Pada proses ini obat bergerak dari kadar tinggi ke rendah, dan setelah dalam keadaan steady state,dimana kadar obat dalam bentuk ion dan non ion mencapai kesetimbangan, sehingga setelah penyerapa non-ion , kesetimbangan akan bergeser ke arah non-ion dan absorbsi akan terus berjalan sampai habis.

Pemberian intramuscular, obat langsung masuk interstisium jaringan otot atau kulità pembuluh darah kapileràdarah sistemik. Dinding pembuluh darah kapiler terdiri dari satu lapis sel endotel, memiliki celah antar sel yang cukup besar untuk melewatkan obat. Obat yang larut lemak melintasi membrane sel endotel secara difus pasif sedangkan obat yang larut air melewati celah antar sel endotel.

Distribusi; dalam darah,obat diikat oleh protein plasma dengan berbagai ikatan lemah dan bersifat reversible, untuk dibawa keseluruh tubuh. Kompleks protein-obat terdisosiasi dengan sangat cepat (waktu paruh mendekati 20ms). Obat bebas akan keluar ke jaringan : tempat kerja obat,kejaringan tempat depotnya, hati, (untuk memetabolisme obat menjadi metabolit),dan ke ginjal (metabolit diekskresikan bersama urin). Jika obat bebas telah ke luar ke jaringan. Obat yang terikat protein akan menjadi bebas sehingga distribusi berjalan terus sampai habis.

Metabolisme yaitu proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh, terutama di membrane endoplasmic reticulum dan cytosol hati. Pada proses ini obat diubah menjadi lebih polar agar sehingga mudah larut dalam air dan dapat diekskresikan melalui ginjal. Selain itu obat juga menjadi inaktif dan akhirnya kerja obat habis ( walaupun sebagian obat ada yang menjadi lebih aktif, kurang aktif, atau menjadi toksik). Fase-fase pada metabolisme: Reaksi fase 1 yang terdiri dari oksidasi, reduksi, dan hidrolisis dengan akibat obat jadi lebih polaràinaktif dsb (liat sebelumnya). Reaksi fase II (Rx sintetik) yang merupakan reaksi konyugasi dari hasil reaksi fase 1 (substrat endogen) dengan hasil yang sangat polar dan selalu inaktif.

Enzim yang berperan dalam metabolisme terutama terdapat di sel hati seperti : enzim mikrosom yang terdapat di reticulum endoplasma halus, dan enzim non mikrosom.

Ekskresi terjadi pada (organ terpenting) ginjal. Melalui tiga proses : filtrasi glomerulus, sekresi aktif di tubulus proksimal, dan reabsorbsi pasif di sepanjang tubulus. Selain itu juga terdapat sekresi pada saliva, dimana kadar obat dalam saliva sama dengan kadar obat bebas dalam plasma

Sunday, 9 November 2008

semua ada karena cinta...


Seribu, sejuta bahkan sebanyak apapun cinta ada dari ibu, hadir dengan wujud yang berbeda-beda. Ibu A menghadirkan cinta disetiap kesibukan kantornya,pergi pagi dan pulang sore serta malam dalam sisa-sisa kerja kantor yang terbengkalai, tapi akan selalu ada cinta ditiap lelahnya, sibuknya ibu adalah cintanya untuk anak. Ibu B mewujudkan cinta dengan keberadaannya 24 jam dirumah, dengan atau tanpa gelar yang pernah menjadi sanjungan teman sejawatnya,bagi ibu hadirnya adalah cinta, dan tak ada jenuh yang tak berwujud cinta. Ibu C memberikan cinta dalam kata “ya”, tak ada penolakkan untuk setiap permintaan anaknya, baginya ya adalah cinta yang tulus,ya adalah bahagia anak. Ibu D menghadirkan ketegasan dan disiplin sebagai cinta yang yang nyata,tak ada cinta tanpa aturan, semua aturan, larangan, hadir menjadi cinta. Ibu D,memberikan cintanya dengan ketidakhadirannya dirumah,bahkan hanya untuk satu menit saja, jarak menciptakan cinta yang selalu dikirm lewat surat dan rekening bank, dan semua ada cinta. Dan akan ada banyak lagi bentuk cinta ibu untuk anak, banyak,banyak dan banyak. Bahkan aku tak bisa menuliskan seanyak cinta ibu untuk anak.
Tapi ibu tidak menghadirkan cinta dengan kebencian,kekerasan,tamparan bahkan siksaan. Mereka yang pantas disebut ibu tidak memberikan cinta seperti itu. Tidak akan pernah ada cinta didalam semua itu.

aku BENCI, jika tak punya CINTA sebesar cinta IBU....aku ingin punya CINTA yang BESAR untuk IBU.

Saturday, 1 November 2008

TEmAn...



Sahabat kecilku...
Pernah dengar atau tahu tentang judul lagu diatas?
Lantunan lagu gita gutawa, membuat teringat kan pertemanan 2 tahun selama sekolah SD di surabaya. Yah, walaupun Cuma dua tahun, tapi kan tetep ada kenangannya.
Apa kabar teman-teman??
Sejak balik ke Padang, hanya menik yang masih mengirim surat untuk ku sampai suatu waktu, tak ada lagi surat dari surabaya hingga saat ini (hiks..).
Apa kabar ya mereka?? Nani, intan, menik, hartini,mmm...ya semua yang pernah satu kelas di SDN 201 airlangga surabaya dikelas satu dan dua. Teman2 satu kelas di TPA (mesjid assyura , kalo ga salah).
Mereka kuliah dimana ya sekarang??..
Masih ingat kah mereka dengan ku..?? (alagh!!)
mmm...kira-kira ada gak ya alumni SDN 202 surabaya angkatan 2000 yang baca tulisan ini?

long live learning

Sepulang ujian, diangkot ada sepasang kakek nenek yang “ngedumel”. Aku gak terlalu tahu masalah pastinya. Tapi si kakek ngomong kayak gini,” nah, pinter banget tu orang, resep dokter aja di bantah”, selain itu,”bodoh bener tu dokter nulis resep nya” (setelah di translate ke bahasa indonesia). Nah dari segelintir percakapan tadi sepertinya ada masalah dalam pembelian obat. Aku ga tahu pasti salah nya dimana, siapa yang keliru atau malah hanya perbedaan persepsi akibat kurang mengerti atau kurang penjelasan. Aduu..aku malah jadi bingung. Aku tertarik buat nanya ke sepasang sejoli tadi, tapi rada takut juga si. Soalnya selain aku memang tak berani menyapa seseorang yang tak kukenal, yang sedang emosi pula, aku juga belum punya ilmu yang banyak dalam membaca resep dokter ( aduh, malunya ..). tapi disini, ada niat tulus ( diluar akan jadi apa aku nanti setelah lulus dari sekolah pendidikan dokter) aku harus bisa menulis resep yang benar, yang tepat guna. Dalam artian, beri lah penjelasan kepada pasien tentang obat yang ditulis, baik tentang dosis, penggunaan,side effect,bentuknya, obat generik ato bukan obat yang masuk kriteria askeskin atau gak. Dan ada baiknya,good relationship antara dokter dan apoteker dapat terjalin. Ayyyooo!!! Mari belajar farmakologi!!! ( walaupun farmakologi itu lumayan menyenangkan dan sedikit bikin pusiiiiing gimanaa...gitu kan) hehehe...peace ^_^